BATULICIN,GK – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu semakin serius dalam mewujudkan visi dan misinya untuk periode 2025-2029. Dengan mengusung semangat Beraksi Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab, fokus utama pembangunan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia serta tata kelola pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Salah satu target ambisius yang dicanangkan Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, A.Md.T, SH, MM, adalah mencapai 75 persen desa berstatus Mandiri pada tahun 2026. Hal ini sejalan dengan misi kelima, yakni mewujudkan penataan kota dan pembangunan desa yang berkelanjutan, serta misi ketujuh yang menekankan tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.
“Dengan kemandirian desa, kita bisa memperkuat perekonomian masyarakat. Desa yang mandiri tidak hanya mampu mengelola potensinya sendiri, tetapi juga berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Bupati Andi Rudi Latif.
Komitmen ini ditegaskan dalam Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Tahun 2025 yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, kepala seksi P3D, serta tenaga ahli kabupaten.
Dalam sambutannya, Samsir menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk mencapai target tersebut.

“Saya meminta seluruh peserta forum ini untuk bersinergi dalam merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu. Indeks Desa Mandiri yang ditargetkan mencapai 75 persen pada 2026 bukan hanya sekadar angka, tetapi sebuah komitmen untuk membawa desa-desa kita ke level yang lebih tinggi,” ujar Samsir (26/3/2025).
Indeks Desa Mandiri dinilai berdasarkan enam dimensi utama: layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa. Penilaian dilakukan oleh Kementerian Desa (Kemendes) setiap tahun, termasuk pada April mendatang untuk tahun 2025.
Berdasarkan data, perkembangan status desa di Tanah Bumbu menunjukkan tren positif:
Tahun 2023: 36 desa berkembang (23,68%), 77 desa maju (50,66%), 39 desa mandiri (25,66%).
Tahun 2024: 14 desa berkembang (9,21%), 47 desa maju (30,92%), 91 desa mandiri (59,87%).
Dengan pencapaian ini, optimisme semakin kuat bahwa target 75 persen desa mandiri pada 2026 dapat direalisasikan.
Untuk memastikan keberhasilan program ini, setelah Idulfitri, Tim Ahli Kabupaten akan turun langsung ke kecamatan-kecamatan guna memberikan pendampingan. Setiap desa akan diberikan bekal format pengisian Indeks Desa Mandiri sesuai standar Kemendes agar dapat menjawab dengan akurat pertanyaan yang disajikan dalam proses penilaian.
“Kami berharap seluruh desa dapat mempersiapkan diri dengan baik. Target 75 persen desa mandiri bukan hanya harapan, tetapi sebuah keharusan demi kemajuan Tanah Bumbu,” tambah Samsir.
Dengan strategi yang matang dan sinergi yang kuat, harapan besar tertumpu pada tahun 2026, di mana desa-desa di Tanah Bumbu tidak hanya berkembang, tetapi juga berdiri kokoh sebagai desa mandiri yang mampu mengelola potensi dan kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan.[joni