BATULICIN,GK – Perjuangan hidup memang harus dilalui dengan panjang. Keadaan bukan menjadi suatu halangan. Begitulah yang harus dilakukan Okta, wanita 36 tahun yang menggeluti pekerjaan sebagai pemulung kardus atau plastik.
Sore itu Rabu (11/9/2024), Okta terlihat sedang memilih sampah di bak sampah yang berada di trotoar depan toko Cahaya Motor, tepat di seberang jalan pasar Minggu, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.
Saat memungut sampah terlihat Ia ditemani dua orang anak, yang tak lain adalah anak-anaknya.
Awak media mendekati dan mencoba menanyakan ke pada ibu dua orang anak itu terkait pendapatan dari hasil dia memulung tersebut.
“Kalo pendapatan hasil saya memulung, menjual kotak bekas atau botol Aqua plastik itu kadang dapat Rp. 70 ribu tiga hari. Pembelinya langsung datang ke rumah saya,” ungkap Okta yang mengaku sebagai warga Desa Plajau Mulia, RT.05.
Mesti pun penghasilan saya tidak seberapa lanjut Okta, namun saya mengajarkan kepada anak-anak saya untuk selalu jujur dan bila ada menemukan yang bukan miliknya itu jangan di ambil.
“Saya pada saat memulung pernah menemukan dompet yang berisi uang, namun saya kembalikan dengan Identitas yang saya lihat di dompet itu,”ujar Okta sambari tersenyum.
Okta menjelaskan, bahwa saat dirinya memulung, dan mendapatkan mainan untuk anak, maka mainan itu diberikan kepada anaknya. Sedangkan bila mendapat perabotan dapur yang masih bagus maka digunakan untuk kebutuhan dapurnya.
“Hidup ini yang penting bersyukur dan tetap tegar menjalani hidup ini,” imbuh Okta.
Kisah nyata ini menginspirasi bagaimana seorang wanita pemulung dengan dua anaknya menjalani hidup penuh keterbatasan, namun tetap bersyukur atas apa yang dimilikinya. Setiap hari, ia mengumpulkan barang-barang bekas dari jalanan untuk dijual, meskipun penghasilan yang diperolehnya sangat minim. Namun dia tetap bersyukur dan semangat yang luar biasa, ia terus berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.
Meski hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, ia tak pernah mengeluh. Wanita ini selalu merasa bersyukur bahwa ia masih diberi kesehatan untuk bekerja dan bisa melihat anak-anaknya tumbuh dewasa.
Dapat diketahui Okta mengaku mendapat kan saja bantuan dari Pemerintah setempat termasuk bantuan sekolah untuk anaknya.