BATULICIN, GK – Menyeberangi Selat Batulicin dengan kapal feri Trunojoyo bukan sekadar perjalanan dari satu daratan ke daratan lain, tetapi juga sebuah pengalaman yang memanjakan mata dan menenangkan jiwa. Lautan biru yang membentang, hembusan angin sepoi-sepoi, serta pemandangan Pulau Laut di kejauhan menjadikan perjalanan ini sesuatu yang patut dinikmati.
Salah satu penumpang, Nurida Salwa, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat menumpangi kapal tersebut pada Selasa (1/4/2025). Bersama budenya dan tiga sepupu, ia tengah dalam perjalanan menuju Tanjung Serdang, Kotabaru, untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati pesona wisata lokal.
“Coba lihat arah Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang, kita ada di tengah-tengahnya. Pemandangannya luar biasa indah,” ujar Salwa.
Ia pun merasa bahwa kapal Ferry ini bukan sekadar alat transportasi biasa. Dengan fasilitas tempat duduk yang nyaman serta dek yang memungkinkan penumpang menikmati panorama laut secara lebih leluasa, perjalanan ini menjadi sebuah pengalaman tersendiri.
“Kapal feri ini sangat bagus. Tempat duduknya nyaman, suasananya tenang, dan rasanya sayang kalau perjalanan ini hanya dianggap sebagai rutinitas menyeberang saja,” tambahnya.

Tak hanya menjadi pilihan bagi wisatawan lokal dan pejalan santai, kapal Ferry Trunojoyo juga memainkan peran vital dalam arus mudik Lebaran. Manajer PT Darma Lautan Utama (DLU) Batulicin, Jamirin, memastikan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik untuk para penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman.
“Untuk mudik Lebaran Idul Fitri 2025 ini, kami telah menyiapkan KM Dharma Ferry 3 untuk melayani rute Batulicin – Makassar – Parepare (lintas panjang), serta KM Trunojoyo yang akan melayani rute Batulicin – Tanjung Serdang (lintas pendek),” ujar Jamirin.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Batulicin, Windra Soelistiawan beberapa hari yang lalu mengungkapkan bahwa perjalanan Batulicin–Tanjung Serdang memiliki dinamika tersendiri dibandingkan rute penyeberangan lainnya. Jalur ini lebih banyak digunakan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga di wilayah tetangga, terutama menjelang Idul Fitri.
“Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi di Pelabuhan Batulicin ASDP menjelang hari H Idul Fitri, sementara di Tanjung Serdang, puncak kepadatan diprediksi pada tanggal 4 dan 5 setelah Lebaran,” jelas Windra.
Dengan kombinasi keindahan alam, kenyamanan perjalanan, serta peran strategisnya dalam mendukung silaturahmi dan mudik Lebaran, kapal Ferry Trunojoyo tidak hanya sekadar alat transportasi. Ia adalah bagian dari pengalaman yang tak terlupakan, menghubungkan bukan hanya daratan, tetapi juga hati dan cerita para penumpangnya.[jon