BATULICIN, Keberadaan Posko Gabungan Kebakaran hutan dan lahan (Karhulta) di Jalan 30 Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) diperkuat personil tambahan dari dua wilayah kelurahan dan satu desa yang ada di Kecamatan Batulicin.
Hal itu sebagaimana disampaikan Camat Batulicin, Erli Yuli Susanti, SH, MH. kepada wartawan genpikalsel.com di ruang kerjanya, Kamis (16/11/2023), menurut Camat hal tersebut mengingaat 2 Kelurahan dan Desa Kersik Putih adalah wilayah yang rawan terjadi karhutla. Selain itu hal tersebut juga dimaksudkan untuk membantu TNI-Polri dalam pencegahan dan penanganan Karhutla pada Posko yang didirikan oleh unsur Muspika Batulicin itu.
Menurut Erli, dibangunnya Posko Gabungan Karhutla mengingat saat ini Kecamatan Batulicin memang tertinggi kasus Karhutlanya dibandingkan dengan wilayah lain.
“Itu dapat kita lihat dari terjadinya Karhutla hampir setiap hari di wilayah Kecamatan Batulicin dibandingkan Kecamatan lain.” kata Erli.
Dia menjelaskan, tujuan dibangunnya Posko itu untuk memudahkan masyarakat mengadu, melapor bila terjadi Karhutla di wilayah Batulicin.
“Di Posko itu kita tugaskan setiap harinya perwakilan anggota dari Kelurahan Batulicin, Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin dan Desa Kersik Putih untuk sama-sama jaga di posko guna membantu anggota Polsek Batulicin dan Koramil Batulicin apabila ada kejadian karhutla,” sebut Erli.
Dibangunnya posko disitu lanjut Erli, ada kesepakatan lintas sektor, tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kejadian Karhutla.
“Jadi dibangunnya posko di wilayah Kecamatan Batulicin jalan 30 itu selain memudahkan masyarakat dalam melaporkan dan mengadukan terjadi Karhutla, pihak anggota Polsek Batulicin dan Koramil Batulicin, (TNI-Polri) serta anggota dari Kelurahan Batulicin, Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin dan Desa Kersik Putih sewaktu -waktu melakukan patroli keliling untuk antisasi terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Batulicin,” pungkas orang nomor satu dikantor Kecamatan Batulicin ini.[joni